Senin, 01 Oktober 2012

Kegunaan sel volta dalam sehari-hari

Kali ini saya akan sharing tentang kegunaan sel volta dlm kehidupan sehari-hari yg saya dapat juga dlm situs http://umbletask.wordpress.com/2011/11/02/sel-volta-dalam-kehidupan-sehari-hari/. http://christianwibisono.wordpress.com/2011/11/09/kegunaan-sel-volta-dalam-kehidupan-sehari-hari/Kebetulan tugas kimia saya disuru mencari kegunaan sel volta. jadi sekalian saya sharing kepada teman-teman sekalian.. Happy reading :)

Sel Volta Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegunaan Sel Volta
Dalam kehidupan sehari-hari, arus listrik yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia dalam sel volta banyak kegunaannya, seperti untuk radio, kalkulator, televisi, kendaraan bermotor, dan lain-lain.Sel volta dalam kehidupan sehari-hari juga ada dalam bentuk berikut.
a. Sel Baterai
1) Baterai Biasa
Baterai yang sering kita gunakan disebut juga sel kering atau sel Lecanche. Dikatakan sel kering karena jumlah air yang dipakai sedikit (dibatasi). Dan Harganya murah dan digunakan pada radio, senter, mainan dan sejenisnya. Potensial sel dari baterai sekitar 1,5 V dan menurun sejalan dengan lama pemakaian.
Sel baterai ini terdiri dari anoda Zn dan katode batang grafit (C). Katode grafit bersifat inert dan diletakan dalam elektrolit berbentuk pasta yang berisi grafit,MnO2, dan NH4Cl.reaksi redok yang terjadi adalah :
Sel ini terdiri atas:
Anode : Logam seng (Zn) yang dipakai sebagai wadah.
Katode : Batang karbon (tidak aktif).
Elektrolit : Campuran berupa pasta yang terdiri dari MnO2,NH4Cl, dan sedikit air.
Reaksi:
Anode : Zn(s) —>Zn2+(aq) + 2 e–
Katode :2 MnO2(s) + 2 NH4+(aq) + 2 e–—>Mn2O3(s) + 2 NH3(g) + H2O(l)  

2)Baterai alkaline
 dapat dihasilkan energi dua kali lebih besar dibanding baterai biasa. Baterai ini digunakan untuk peralatan yang memerlukan arus listrik lebih besar , seperti tape recorder dan mainan. Potensial sel pada baterai sekitar 1,5 Vdan dapat bertahan konstan selama pemakaian.
Sel baterai alkaline terdiri dari anoda Zn dan katoda inert grafit. Sesuai namanya reaksi redoks dalam baterai alkaline berlangsung dalam suasana basa.elekrolitnya adalah KOH. Reaksi redoks
Anoda   :                Zn(S) + 2OH-(aq)                                     ZnO(s) + H2O(l) + 2e-
katoda  :          2MnO2 + H2O + 2e-                                Mn2O3(s) + 2OH-(aq)
                                                                                                                                                +
Sel          :         Zn(s) + 2MnO2(s)                                             ZnO(s) + Mn2O3(aq)
Reaksi redoks pada sel tidak melibatkan ion yang dapat berkumpul di permukaan elekrode sehingga potensialnya konstan. Anoda Zn yang berpori memperluas permukaan anoda sehingga memperbesar arus.

3) Sel Aki
Sel aki atau accu merupakan contoh sel volta yang bersifat reversibel, di mana hasil reaksi dapat diubah kembali menjadi zat semula. Pada sel aki jika sudah lemah dapat diisi ulang, sedangkan
pada sel baterai tidak bisa.
Sel ini terdiri atas:
Anode : Lempeng logam timbal (Pb).
Katode : Lempeng logam oksida timbal (PbO2).
Ektrolit : Larutan asam sulfat (H2SO4) encer.
Reaksi pengosongan aki:
Anode : Pb(s) ++ H2SO4 (aq) —> PbSO4(s) + H+(aq) + 2 e–
Katode : PbO2(s) + SO4-2 (aq)+ 3 H+(aq) + 2 e– —>PbSO4(aq) + 2 H2O+ 2 H2O (l)
Ketika sel ini menghasilkan arus listrik, anode Pb dan katode PbO2
berubah membentuk PbSO4. Ion H+ dari H2SO4 berubah membentuk H2O sehingga konsentrasi H2SO4 akan berkurang. Kemudian sel aki dapat diisi/disetrum kembali, sehingga konsentrasi asam sulfat kembali seperti semula. Proses ini nanti merupakan contoh dalam sel elektrolisis.

4)Baterai ion litium
Baterai ion litium sangat ringan sehingga cocok untuk alat elektronik portable, seperti laptop, telpon seluler, dan camcorder. Baterai ion litium juga memiliki potensial yang besar sekitar 3,6 V.
Ada dua tipe baterai ion litium yaitu baterai mangan dan kabolt. Untuk tipe mangan anoda Li1-x Mn2O4 dan katoda grafit. Elektrolit adalh garam Li yang larut dalam pelarut organik.
Sel :     Li1-x Mn2O4 + CnLix                LiMn2O4 + Cn
Untuk tipe kabolt anoda Li1-xCoO2 dan katoda grafit.
Sel :     Li1-xCoO2 + CnLix                                 LiCoO2 + Cn

5) Baterai NiMH (nikel metal hidrida )
Baterai NiMH banyak digunakan pada laptop, telpon seluler, camcorder, dan kamera digital.potensialnya hamper sma dengan baterai Ni-Cd,sekitar 1,4 V, tetapi dapat menyimpan ~50 persen energy lebih banyak dari baterai Ni-Cd. Sel dari baterai NiMH terdiri dari anoda Ni(OH)2 dan katoda pada panduan logam yang menyerap hydrogen. Elektrolitnya adalah KOH. Reaksi redoks :
Anoda   :                           Ni(OH)2 + OH-                               NiOOH + H2O +e-
katoda  :                          M + H2O +e-                             MH +OH-
+
Sel          :                        Ni(OH)2 + M                              NiOOH +MH
Reaksi redoks yang terjadi tidak menyebabkan perubahan elektrolit.


Baterai ini mempunyai umur lebih panjang daripada NiMH dan dapat dilihat dari densitas dayanya yang tinggi (710 Wh/kg) dibanding 60-80 Wh/kg pada NiMH).


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar